Diskusi

Makna Jihad : Perang ato Bersungguh-sungguh?

Beberapa hari yang lalu, Israel melakukan agresi militernya di jalur gaza. Jalur yang selalu saja berada dalam zona perang. Tragedi berdarah tidak pernah berhenti terjadi di jalur yang juga berdekatan dengan Mesir itu. Dan tanggal 27 Desember 2008 dimulailah apa yang dinamakan sebagai serangan jalur gaza itu. Hal ini juga dingkapkan oleh beberapa pejabat pemerintahan israel 2 minggu sebelum tragedi itu dimulai.

Israel dengan brutal membantai umat Islam di Gaza. Lebih dari 450 orang telah gugur sebagai syuhada’, dan 2300 lainnya menderita luka. Simpati dan reaksi pun berdatangan dari seluruh dunia. Aksi menggema di mana-mana untuk mengecam dan mengutuk kebiadaban Israel. Mulai dari negeri-negeri Arab dan non-Arab, bahkan di negara-negara Barat sekalipun. Semuanya mengecam dan mengutuk kebrutalan Israel.

Untuk menyikapi hal itu, maka kaum muslim berpandangan bahwa ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada upaya untuk melawan, yakni jihad. Lalu berbondonglah kaum muslim untuk berjihad ke Palestina, ada juga yang menyeru pemerintah untuk mengerahkan tentara melawan Israel, tapi ada pula sebagian kaum muslim bahkan beberapa ulama yang berpandangan bahwa kaum muslim jangan terjebak ke dalam perangkap mereka, sehingga tak perlu melakukan jihad ke Palestina, karena makna jihad bukan hanya itu (perang, red) tapi mengerahkan tenaga untuk memerangi hawa nafsu.

Sebagaimana shalat, jihad adalah bagian dari ajaran Islam. Jihad bahkan termasuk di antara kewajiban dalam Islam yang sangat agung, yang menjadi ‘mercusuar’ Islam.

Secara bahasa, jihad bermakna: mengerahkan kemampuan dan tenaga yang ada, baik dengan perkataan maupun perbuatan (Fayruz Abadi, Kamus Al-Muhîth, kata ja-ha-da.) Secara bahasa, jihad juga bisa berarti: mengerahkan seluruh kemampuan untuk memperoleh tujuan (An-Naysaburi, Tafsîr an-Naysâbûrî, XI/126).

Adapun dalam pengertian syar’î (syariat), para ahli fikih (fuqaha) mendefinisikan jihad sebagai upaya mengerahkan segenap kekuatan dalam perang fi sabilillah secara langsung maupun memberikan bantuan keuangan, pendapat, atau perbanyakan logistik, dan lain-lain (untuk memenangkan pertempuran). Karena itu, perang dalam rangka meninggikan kalimat Allah itulah yang disebut dengan jihad. (An-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah, II/153. Lihat juga, Ibn Abidin, Hâsyiyah Ibn Abidin, III/336).

Itulah beberapa pengertian Jihad yang dilontarkan oleh banyak orang. Lalu pertanyaannya, dalam kasus Gaza ini apakah perlu mendudukan jihad sebagai perang atau yang lain? kapan dan dimana jihad dalam pengertian perang itu dilakukan? Lalu batasan kasus seperti apa yang bisa dikatakan jihad dalam konteks perang? Nah, untuk itu kepada teman-teman pengunjung blog ini, dimohon untuk berpendapat tentang makna Jihad sekaligusmemberikan solusi tuntas atas permasalahan Jalur Gaza (Hamas) vs Israel? Silahkan memberikan komentarnya….!!!

Responses

  1. ass. menurut ane, jihad itu adalah al qital, perang baik secara langsung maupun tidak langsung, secara langsung berarti pergi ke medan perang untuk hidup mulia atau mati syahid, secara tidak langsung misalnya pihak yang membuat senjata, membuat makanan, minuman dll untuk mendukung jalannya perang (jihad), adapun jihad itu sendiri bermakna sungguh2x memang betul, tapi tidak cukup mengaritikan secara bahasa, karena banyak sekali nash-nash yang mengindikasikan bahwa jihad itu memang perang.
    Jihad terbagi dua : jihad defensif (bertahan) dan jihad ofensif (menyerang), jihad defensif dilakukan dalam keadaan kaum muslimin tidak mempunyai kepemimpinan (khilafah), so yang harus dilakukan di gazza itu adalah jihad defensif. tapi bagaimanapun juga kejadian di gaza belum bisa ditandingi hanya dengan jihad defensif, negara harus dilawan negara lagi, sedangkan yang terjadi disana negara melawan komunitas kecil, tank baja melawan ketapel ??apa bisa.
    Oleh karena itu, keberadaan Khilafah wajib dan urgent.
    why? pertama : Negara harus melawan Negara, Israel adalah negara yang support penuh oleh adidaya AS, sedangkan palestina adalah negara yang tidak bekerja untuk Islam, jadi harus ada Negara yang melindungi kaum muslimin yakni Khilafah Islamiyah. kedua, pihak yang berhak menginsturksikan jihad offensif adalah Khalifah, bahkan jihad inilah pilar untuk memperluas kekuasaan Islam. yakni dengan dakwah dan Jihad.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: