Oleh: Luthfan | 10 Februari 2009

Jika Pilihan Sudah Mantap

Diasuh oleh : Dra (Psi) Zulia Ilmawati

Ustadzah yang saya hormati,

Ada teman akhwat pernah ta’aruf dengan ikhwan. Ternyata si ikhwan memutuskan untuk tidak melanjutkan proses ini dengan alasan belum diberi keteguhan hati. Dia takut dengan sesuatu yang akan terjadi ke depan, karena dia pernah gagal berproses dengan orang lain. Sekarang si akhwat menutup diri dengan ikhwan lain karena dengan berbagai ikhtiarnya, telah yakin (mantap) dan tidak melupakan dengan ikhwan yang pertama. Bagaimana Solusinya? Jazakallah…

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

Hamba Allah

Wassalaamu’alaikum Wr.Wb

Hamba Allah yang baik,

Saya senang dengan kepedulian anda terhadap teman. Sebagai Muslimah yang baik memang harus memiliki kepedulian semacam ini, karena sesungguhnya sesama Muslim adalah bersaudara. Allah sudah menjanjikan pahala yang besar bagi seseorang yang membantu saudaranya. Allah akan membalasnya sepadan dengan tenaga, pikiran dan upaya yang telah dicurahkan saat membantu kesulitan saudaranya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak boleh menganiayanya dan tidak boleh menyerahkannya (kepada musuhnya); siapa yang membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan (membalas) membantu keperluannya dan barang siapa yang membebaskan kesusahan seorang Muslim, maka lantaran itu Allah akan membebaskannya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiyamat; dan barang siapa menutupi cacat seorang Muslim, maka Allah pun akan nenutupi cacatnya kelak di hari kiyamat”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hamba Allah yang baik,

Ta’aruf merupakan salah satu proses yang biasanya dilakukan sebelum menentukan pilihan calon suami atau isteri. Ta’aruf yang dimaksud tentu yang dibenarkan dalam hukum syara. Tidak seperti yang banyak kita jumpai saat ini, dimana kebanyakan pasangan sebelum melangsungkan pernikahan (membentuk kehidupan keluarga) melakukan aktivitas-aktivitas (interaksi) yang dilarang dalam Islam. Seperti misalnya berpacaran, atau melakukan perbuatan-perbuatan yang mendekati zina. Dengan ta’aruf masing-masing akan saling mengenal sehingga tidak salah di dalam menentukan pilihannya. Islam telah memberikan petunjuk bagaimana seharusnya memilih pasangan hidup. Sebelum menerima pinangan hendaklah pihak wanita melalui seorang yang dipercaya, meneliti kualitas kepribadian laki-laki yang akan menikahinya. Sebagai agama yang diturunkan oleh Allah Sang Pencipta, Islam telah memberikan tuntunan yang sangat jelas, yaitu dasar utama bahkan satu-satunya dasar pernikahan yang menjamin kebahagiaan dunia akhirat adalah agama (Islam).

“Seorang wanita dinikahi karena empat hal, karena hartanya, martabatnya, kecantikannya, agamanya, maka carilah wanita yang taat beragama agar engkau beruntung”. (HR. Al Khamsah/Lima Imam Hadits).

Sebagaimana memilih isteri, maka pertimbangan dalam memilih suamipun didasarkan atas nilai agama. Rasulullah SAW telah memberikan petunjuk agar memilih seorang laki-laki yang taat beragama dan memiliki pemahaman terhadap hukum syara’.

“Apabila datang (untuk melamar) kepadamu seorang laki-laki yang kamu pandang baik agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia, sebab jika tidak, akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi,” para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, walaupun dia seorang yang miskin dan dari golongan kelas bawah?” Nabi menjawab: “Apabila yang datang kepadamu laki-laki yang baik []


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: