Oleh: Luthfan | 8 Januari 2009

Chavez ‘Usir’ Dubes Israel

Venezuela adalah negara pertama yang memberlakukan kebijakan ini. CARACAS — Presiden Venezuela, Hugo Chavez, memerintahkan pengusiran Duta Besar (dubes) Israel, Shlomo Cohen. Pengusiran itu merupakan protes Venezuela atas aksi negara Yahudi itu menyerang Jalur Gaza dan menyebabkan banyak warga sipil meninggal dunia.

”Tentara Israel pengecut menyerang banyak orang tidak bersalah dan mereka mengklaim tengah membela warganya,” katanya, Rabu (7/1). Sebelum pengumuman pengusiran dubes Israel, Chave menyatakan, ”Sampai seberapa jauh barbarisme ini berlangsung? Presiden Israel harus diajukan ke mahkamah internasional bersama Presiden Amerika Serikat, jika memang dunia punya nurani.”

Menurut Menteri Luar Negeri Venezuela, Nicolas Maduro, tragedi serangan Israel jelas menyengsarakan warga Palestina. Karena itu, warga Venezuela berempati dan berbagi rasa atas kesedihan yang tengah dialami ribuan warga Palestina korban kejahatan Israel. Bahkan, pemerintah Venezuela tidak akan berhenti berusaha sehingga pelaku tindak kejahatan kriminal tersebut dihukum seberat mungkin. Berdasarkan pertimbangan tersebut, pemerintah Venezuela memutuskan pemulangan Dubes Israel ke negara asal beserta sejumlah staf lainnya.

Chavez juga menyebut serangan Israel sebagai aksi pembantaian atau genosida terhadap warga Palestina. Ia juga mengajak berbagai warga Yahudi di dunia berani menentang tindak kejahatan pemerintah Israel tersebut. Bahkan, langkah serangan Israel dinilai akan mempersulit negara itu menawarkan perspektif damai yang dibutuhkan warganya dan berorientasi jangka panjang.

”Saya mengajak warga Israel untuk berani menentang dan meminta pemerintah mereka menaruh tangan di hati dan lihat (korban) anak-anak Palestina. Saya juga mengajak warga dunia menghentikan kegilaan ini,” katanya.Untuk menghentikan aksi serangan Israel, menurut Maduro, Venezuela telah bergabung bersama sejumlah negara lain. Mereka menuntut dewan keamanan PBB menerapkan langkah darurat diperlukan untuk menghentikan invasi Israel tersebut.

Menteri Dalam Negeri dan Kehakiman Venezuela, Tarek El Aissami, menilai langkah pemerintahnya sebagai revolusi bersejarah. Hal itu bertujuan untuk mendukung negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
”Revolusi kami adalah revolusi untuk Palestina yang bebas merdeka,” ujarnya.

Pemimpin komunitas Yahudi Abraham Levy menyesalkan langkah pemerintah Venezuela mengusir dubes Israel. Langkah itu dinilai berpihak pada grup teroris dan mengabaikan perspektif Israel. ”Saya sangat menyesalkan keputusan yang dibuat pemerintah yang memangkas hubungan dan tradisi persahabatan yang telah dibangun cukup lama antara warga Israel dan Venezuela,” kata Presiden Asosiasi Konfederasi Warga Israel Venezuela ini.

Hingga kini, Chavez merupakan salah satu presiden yang cukup kritis atas berbagai kebijakan Israel di Timur Tengah dan menjadi pendukung Palestina dalam konflik paling panas di dunia itu. Saat konflik Israel dan Lebanon terjadi pada 2006, Chavez juga menarik dubesnya dari Israel dan menyebut serangan bom Israel sebagai tragedi holocaust baru atas warga Lebanon.

Langkah pengusiran ini merupakan aksi diplomatik pertama yang diambil sebuah negara dalam memprotes kekerasan Israel. Sejak 27 Desember 2008, serangan darat dan udara tentara Israel telah menewaskan lebih dari 670 korban di pihak Palestina.

Mauritania yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sejak 1999, telah menarik dubesnya dari Israel, Senin lalu. Sedangkan Yordania dan Mesir yang juga memiliki hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu sebatas memanggil dubes Israel dan menyampaikan protes mereka. Namun kedua negara Arab itu menolak tuntutan rakyatnya untuk mengusir dubes Israel.

Sementara Mark Regev, juru bicara Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, merasa yakin bahwa negara lain tidak akan ada yang mengikuti langkah Venezuela, meski di Timur Tengah sekali pun.”Menurut saya, bahkan di negara Muslim dan Arab pun masih ada pemahaman atas apa yang harus dilakukan Israel di sini (Gaza),” ujarnya. Hingga tadi malam dilaporkan, Israel pun berancang-ancang untuk menarik staf diplomatiknya setingkat kuasa usaha  di Venezuela, sebagai aksi balasan.  (Republika, Kamis, 8 Januari 2009)

Penguasa non Muslim saja berani bersikap tegas atas kebrutalan Israel, sehingga tak tanggung-tanggung mengusir dubes Israel. Bagaimana bisa negara non Muslim melakukan sikap seperti itu, sementara para penguasa negeri Muslim malah memilih diam, atau paling tidak sebatas mengecam? Bukankah mereka telah diserukan oleh Allah Swt, yang berfirman, “Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan.” (TQS. Al-Anfal [8]: 72).


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: