Oleh: Luthfan | 6 Januari 2009

Kristen Tidak Toleran

ImageHj Irene Handono,
Mantan Biarawati|

Kristenisasi tak pernah padam. Berbagai cara dilakukan untuk menggerogoti akidah umat Islam dan membuatnya murtad. Kaum Kristen yang mendapat dukungan Barat berusaha agar umat Islam tidak lagi terikat dengan agamanya. Mereka ingin agar seluruh dunia menjadi Kristen. Bagaimana itu terjadi dan apa saja yang dilakukan mereka, berikut wawancara wartawan Media Umat Pendi Supendi dengan mantan biarawati Hj Irene Handono, penulis buku Menyikap Fitnah dan Teror.

Kenapa kristenisasi terus terjadi di Indonesia?

Perlu dipahami bahwasanya Allah SWT  telah memberikan peringatan, yang antara lain dalam Alquran surat al Baqarah ayat 120: walan tardla ankal yahudu wala nashara hatta tattabi’a millatahum.  Bahwa Yahudi dan Nasrani itu tidak akan pernah berhenti untuk berupaya membuat umat Islam ini mengikuti millah mereka. Ikut agama mereka. Ikut budaya mereka. Ikut pemikiran mereka. Allah menyatakan mereka tidak pernah berhenti berusaha untuk itu. Bahkan Rasulullah masih menguraikannya lagi karena pentingnya ayat ini. Rasulullah bersabda kepada para sahabat: Wahai sahabat, ingat-ingatlah engkau, suatu saat umatku nanti akan mengikuti mereka. Selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta, dan sedepa demi sedepa. Bahkan ketika mereka itu masuk ke lubang biawak pun, umatku ikut. Tentu para sahabat terkejut dengan pernyataan Rasulullah seperti ini. Sehingga  ada yang menanyakan siapa yang akan diikuti oleh umatmu seperti itu, sampai-sampai masuk ke lubang biawak pun akan diikuti oleh mereka. Apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani? Jawab Rasulullah siapa lagi kalau bukan mereka.


Bagaimana dengan kristenisasi di Bekasi?

Di Bekasi misalnya, ada program yang dicetuskan oleh Yayasan Mahanaim. Ini adalah yayasan Kristen yang mempunyai networking dengan JDN (Jaringan Doa Nasional) di bawah pimpinan pendeta Rahmat Manulang.  Motto yang dipromosikan oleh mereka  ke masyarakat di antaranya: Kasih Bagi Kota, Sejahtera Bagi Kota dll. Di Bekasi ini mereka menggunakan istilah B3 (Bekasi Berbagi Bahagia). Berbagai iming-iming hadiah mereka berikan. Momen ini biasanya dilaksanakan setahun dua kali yakni menjelang Natal dan Paskah. Mereka menggelar acara ini serentak di semua kota besar di tanah air. Beberapa organisasi yang mendukung  di antarnya Full Gospel, Gideon International, BMGK (Badan Musyawarah Gereja-gereja Kristen). Seperti yang terjadi di Bekasi itu 23 November lalu, mereka melakukan  dengan cara-cara simpatik, yaitu menarik simpati masyarakat dengan nyanyi bersama, joget, bagi-bagi hadiah, yang ujung-ujungnya adalah pembaptisan. Sementara masyarakat kita yang ikut kegiatan mereka itu adalah masyarakat pra sejahtera.

Kita punya data, mereka membaptis secara paksa. Contoh dalam salah satu foto terlihat seorang nenek berbusana muslim. Dia tertipu. Ujung-ujungnya dari kegiatan itu si nenek diceburin ke air di bak. Lalu dibaptis. Si nenek tinggal mengucapkan amin. Itulah pembaptisan. Si nenek tidak mengerti apa itu pembaptisan. Mereka juga tidak mengumumkan bahwa itu adalah kegiatan pembaptisan. Tapi yang dilakukan itu adalah kegiatan pembaptisan.  Ekspresi si nenek itu  tampak ekspresi bingung, menolak.

Kita juga punya foto seorang gadis berjilbab. Jelas sekali penolakannya. Dia meronta, dia sempat menampik, dia sempat memegang tangan panitianya. Tapi oleh panitia dia ditekan pundaknya dan kemudian diguyur dengan air. Setelah terkena air itu ia kemudian baru berdiri. Gadis ini tidak tahu bahwa dia dibaptis.

Bagi orang yang mengerti Kristen, ketika ada bak diisi air kemudian orang dimasukin ke situ sudah pasti itu pembaptisan. Artinya bagi panitia yang Kristen, mereka yang telah masuk ke air itu sudah dianggap masuk Kristen. Nah mereka yang telah dianggap masuk Kristen itu menjadi data bagi panitia untuk dilaporkan ke negara donor, sehingga dapat kucuran dana lagi. Di satu sisi statistik Kristen dalam catatan mereka meningkat.  Ini lho, Kristenisasi dan pemurtadan sekarang sedang berjalan. Kita buktikan mereka itu bahkan bagi-bagi uang.


Ujung-ujungnya duit?

Ya, ujung-ujungnya sebenarnya duit. Jadi mereka menerima dana dari negara donor, kemudian mereka bekerja satu bulan tapi bisa hidup untuk setengah tahun atau satu tahun. Motivasinya adalah motivasi ekonomi.


Ada motivasi lain?

Kita tidak bisa mengabaikan ada juga motivasi politik.  Artinya ketika ingin memecah Indonesia yang paling mudah adalah membenturkan umat Islam. Dan mereka itu sudah tahu caranya sejak Orde Lama. Saat itu sudah marak di tanah air, membenturkan antar sesama umat Islam dan antara umat Islam dengan aparat penegak hukum. Hingga pernah terjadi ungkapan pesantren sebagai sarang teroris. Itu menanggapi seruan dari Paus Benedictus XVI bahwa jihad harus dibuang dari kurikulum Islam. Paus mengeluarkan ungkapan itu setelah Bush mengatakan perang Salib belum selesai, dan dia diperintahkan Tuhan untuk menyerang Irak dan Afghanistan.

Bagaimana sebenarnya pandangan orang Kristen terhadap Islam?

Sebenarnya sejak kecil anak-anak Kristen sudah diajarkan bahwa Islam itu jelek, Islam itu kumuh, Islam itu miskin, Islam itu kampungan, Islam itu ketinggalan zaman. Bahkan kalau Anda mencermati bible, di situ kebencian itu sudah nampak. Dalam bible itu Nabi Ismail AS dinyatakan sebagai seorang anak lelaki yang tingkah lakunya seperti keledai liar. Bahkan tidak tanggung-tanggung dari kalangan gereja ada yang menyebar leaflet atau brosur, “Siapakah agama Islam itu? siapakah Muhammad itu?” Dengan diurut, nabi Ibrahim yang mereka sebut Abraham menikah dengan Sarah, kemudian menikah lagi dengan budak yang bernama Hajar.  Dari Sarah lahirlah Ishak putra sulung, kata mereka, terus Hajar melahirkan Ismail yang lakunya seperti keledai liar. Begitu tulis mereka. Siapa Ismail? Ismail ini tulis mereka adalah anak budak, maka berarti nabi Muhammad itu keturunannya budak. Itu berarti umat Islam itu budak. Budaknya siapa? Budaknya Yahudi.

Apa betul di balik kristenisasi ada peran Vatikan dan Barat?

Ya, betul sekali.

Apakah Indonesia mau dijadikan negara Kristen?

Itu sudah pernah diungkap oleh The News Week. Kristenisasi itu hukumnya wajib bagi Kristen. Seperti saya bandingkan umat Islam mempunyai kewajiban antara lain menegakkan shalat lima waktu, maka Kristen pun punya kewajiban melakukan kristenisasi atau melaksanakan amanat agung. Karena itu wajar bila kristenisasi di Indonesia tidak pernah berhenti. Ayat perintahnya tercantum dalam Injil Matius pasal 28 ayat 19 yang isinya: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama bapak, dan anak dan roh kudus.” Sementara Markus pasal 16 ayat 15 menyatakan, “Lalu ia berkata kepada mereka pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala mahluk.”

Adakah kaitan antara kristenisasi dan penjajahan?

Sangat, sangat terkait. Bahwa mereka itu menjajah, memang sudah dari sononya mereka bangsa penjajah. Agama Kristen memang membolehkan melakukan penjajahan. Perintahnya: “jadikanlah seluruh bangsa muridku.” Dan itu dilakukan dengan berbagai cara. Mereka tidak mengenal halal haram, karena yang mengenal halal haram cuma Islam. Jadi wajar pula bila pembaptisan bisa dilakukan secara paksa seperti yang dilakukan Mahanaim di Bekasi. Bagi mereka tidak ada masalah. Bahkan kemudian ada ayat dalam bible misal Roma pasal 3 ayat 7, yang juga menyatakan: “Tapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaannya mengapa aku masih  dihakimi sebagai orang berdosa.”

Penjajahan dalam bentuk sekarang?

Sekarang ini kan melalui budaya dan pemikiran. Mereka itu selalu mempropaganda negatif tentang Islam. Citra Islam dibuat buruk oleh mereka. Di satu sisi mereka menyudutkan Islam sebagai teroris dan sebagainya, tapi di sisi lain mereka melestarikan peperangan yang tak kunjung selesai. Contohnya Bush menyatakan perang salib belum selesai. Bahkan dia menyatakan dirinya diperintahkan untuk menyerang Irak dan Afghanistan.

Kemudian melalui budaya Valentine day yang mereka usung dengan istilah kasih sayang.  Valentine day itu sebenarnya merusak umat Islam.

Perang pemikiran dan budaya itu dimulai dengan pemahaman bahwa semua agama sama. Kalau semua agama sama maka bagi mereka mengikuti ibadah mereka tidak masalah. Shalat mulai ditinggal dan akhirnya mengikuti millah mereka.


Bagaimana dengan rencana transformasi 2020?

Mereka memang punya banyak program seperti itu. Jadi mereka mengagendakan bahwa pada tahun itu Indonesia sudah menjadi negeri Kristen. Bahkan mereka sudah membuat suatu program atau agenda, bahwa R1 itu harus Kristen. Makanya yang mereka lakukan saat ini adalah dengan kristenisasi untuk meningkatkan jumlah populasi. Setelah populasi meningkat, maka bukan tidak mungkin terjadi apa yang terjadi di Manokwari di mana mereka meminta Perda Injil. Kalau sudah begitu mereka terus menuntut dan menuntut, minta hak semakin  banyak, termasuk di legislatif.


Bagaimana dengan isu toleransi yang mereka gembar gemborkan?

Kalau memang mereka toleransi kenapa mereka mengkristenkan orang Islam. Apa sih definisi toleransi. Itu yang harus kita tanya kepada mereka, kalau mereka mau jujur menjawab. Bagi kita definisi toleransi jelas seperti disampaikan dalam Alquran surat Al Kafirun. Lakum dinukum waliadin. Toleransi akan berubah menjadi intervensi kalau sudah masuk ke wilayah keyakinan yang beda. Jadi apa yang mereka lakukan itu bukan hanya intervensi tapi sudah melakukan pelanggaran HAM. Sebab apa? Di tanah air kita, kebebasan agama dijamin. Juga ada undang-undang yang menyatakan tidak boleh memaksakan agama kepada orang yang berlainan agama. Apa yang mereka lakukan jelas pemaksaan. Penipuan. Jadi apa yang mereka lakukan itu adalah pelanggaran hukum. Harusnya penegak hukum sudah punya alasan untuk menindak mereka. Kenapa mereka membaptis orang Islam, yang orang Islam sendiri tidak tahu itu pembaptisan. Melihat fakta ini, mereka yang sebenarnya sudah mempraktekkan hidup tidak bertoleransi itu.  Bukan umat Islam.


Faktor apa yang menyebakan umat Islam termurtadkan?

Satu karena masalah kebodohan. Kedua adalah masalah kemiskinan. Kebodohan dalam arti kata, mereka rawan iman dan rawan akidah Islam. Kemudian kebodohan ilmu pengetahuan sehingga mereka tidak tahu mereka mau diapakan.


Lalu apa yang mesti kita lakukan?

Saya lebih menyerukan dalam hal ini kembali ke basic. Ibda’ binafsika. Mulai dari diri kita sendiri melakukan pembenahan. Kewajiban kita bersama untuk membentengi akidah umat. Menyatakan yang hak itu hak, yang batil itu batil. Dan kita melaksanakan perintah Allah Quu anfusakun wa ahlikum naara. Ini kewajiban kita.


Perlukah kita memiliki negara yang melindungi Islam dalam arti sebenarnya?

Iya. Saat ini kita tidak memiliki kepemimpinan sentral. Saya menemukan contoh pembuktian konkret, ketika ada Imam Khomeini dulu, saya tidak berbicara suni-syi’ah—melihat buku the satanic verses, langsung beliau memberikan fatwa mati ke Salman Rusdhi. Berapa tahun kemudian itu sepi. Bukunya hilang, Salman Rushdinya hilang. Tapi setelah itu? Hujatan terhadap Islam kembali terjadi. Terakhir hujatan terhadap Nabi Muhammad melalui komik berbahasa Indonesia .


Artinya menjadi sangat urgen kepemimpinan Islam itu?

Iya. Kepemimpinan zaman dulu yang dikenal dengan khilafah itu sangat urgen. Sekarang Anda bandingkan, Katolik. Katolik meski mengalami perpecahan dengan adanya Protestan , tapi sampai hari ini tidak bisa disangkal Katolik masih kuat karena mempertahankan pemimpinnya.


Mereka mampu berarti kita juga bisa?

Kita mampu kalau kita bersatu. Kita tetap lakukan pembinaan dan terus memberi penyadaran pentingnya persatuan umat.[]


ImageMenyingkap Fitnah dan Teror

Hj Irene Handono lahir dari ibu dan ayah yang beragama Katolik. Ia tumbuh dan berkembang dalam lingkungan tersebut . Ia pun sempat menjadi biarawati. Namun sejak tahun 1974-an, wanita kalahiran Surabaya, 30 Juli 1954, tidak lagi menjadi biarawati. Dirinya mengalami kebimbangan dengan agama yang dianutnya. Sehingga akhirnya  sehari sebelum bulan suci Ramadhan tahun 1983, atas bimbingan KH Misbach dan KH Achmad Soedja’i, Irene pun mengucapkan kalimat syahadat.

“Sejak saat itulah saya menjadi muslimah, dan sejak itu pula bertubi-tubi hinaan, cemoohan, hujatan dan fitnah bahkan sumpah serapah dilontarkan bukan saja terhadap saya, tapi juga kepada Allah SWT yang saya sembah, Nabi Muhammad SAW yang saya cintai dan Islam yang saya yakini,” ujarnya.  Teror demi teror, katanya, terus dia rasakan baik secara fisik maupun mental hingga sekarang. Saat ini Hj  Irene  Handono aktif berdakwah dan menjadi pengurus di berbagai lembaga Muslimah. Ia pun mendirikan sekaligus memimpin Irene Center, sebuah lembaga perbandingan agama dan pembinaan mualaf.

Karena merasakan kepedihan dan keprihatinan yang sangat mendalam  Irene Handono  pun akhirnya menulis sebuah buku yang berjudul, Menyingkap Fitnah dan Teror. Di buku itu, ia memaparkan siapa sesungguhnya Kristen dan Yahudi. Bagaimana sejarah mereka, apa program mereka, apa taget mereka dan bagaimana visi dan misinya. Ia pun memaparkan dalam buku itu  bahwa fitnah dan teror itu telah menimpa Rasulullah SAW dan seluruh umatnya sampai hari ini. “Bagi saya semua teror itu membuktikan betapa benarnya ayat-ayat Allah, betapa mulia dan mahalnya Islam. Karena semakin banyak teror dilakukan, insya Allah semakin menguatkan iman saya,” tulisnya dalam  buku setebal 295 halaman itu. [] pd


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: